. the ven boys: MEKANIKA CINTA

Kamis, 22 September 2011

MEKANIKA CINTA

Diposting oleh the_ven boys

Hembusan angin laut di sore hari yang menemaniku di saat aku merasa jenuh di rumah, malam mulai memudar karena cahaya rembulan yang menyinari kegelapan malamnya. Warna merah kekuningan cahaya rembulan yang berpencar semakin mempercantik keindahan malam. Dengan didampingi kemintang yang memukau di atas berlian angkasa, sungguh siapa yang takjub memandang ciptaan tuhan.terlebih ketika seseorang melihatnya dengan mata batin. Sungguh indah Sang Pencipta menciptakan keindahan alam seisinya hanya untuk makhluk-makhluk-NYA yang butuh tempat untuk berteduh. Sebagai makhluk kita harus bersyukur atas apa yang telah di karuniai Bumi beserta isinya.
Berselang kemudian 3 sahabatku datang menghampiri aku. Faqih, Reza, dan Eko, merekalah sahabat yang selalu menemani hari-hariku yang sepi. Dengan keceriaan bersama kita selalu menuangkan semua isi hati terhadap sesama, mulai dari masalah pribadi maupun non pribadi kita selalu menjaga naungan-naungan yang mereka tuangkan, itulah sebabnya aku sangat senang bersamanya.
Pagipun menampakkan cahaya kemilaunya,aku barangkat pagi-pagi bersama ke tiga sahabatku. Kini, aku duduk di kelas dua SMAN favorit Jombang, disinilah aku mengembangkan bakat dan potensiku.Sebagai siswa, aku mengikuti beberapa kegiatan exscool yang ada, seperti PMR,karate, dan kelompok ilmiah. Dari rutinitas karate itulah aku pertama kali berpacaran. Kekasihku yang sangat cantik, meski agak tomboi,tapi ia begitu mempesona di hatiku.aku sungguh terpikat olehnya. Di sudut lapangan upacara, ku ucapkan cinta kepadanya. Tapi tak biasanya, wajahnya begitu resah ketika ku melihatnya di saat istirahat di sela-sela latihan karate.
“kenapa sya???kok cemberut begitu??? Kamu kesal sama seseorang ya? Tanyaku kepada Meisya Rahmawati sembari duduk di sampingnya.
“eh kamu..!! nggak kok Zal!! Cuma pengen sendiri aja...”
“berarti keberadaanku di sini menggangumu dong?” ucapku padanya. Aku lantas beranjak berdiri, seakan langkahku meninggalkannya.
“ah gag papa kok...!! aku malah senang ada yang mau nemenin aku. Oh ya ntar pulang bareng siapa?”
“byasa sih sama Putri, tapi aku tak tahu, hari ini dia pulang duluan atau menunggu aku??atau malah ada kegiatan di sekolahan juga. Aku kurang tahu nih”
“putri? Oh... firda maksudmu? Putrinya pak RT di desamu kan??”
“iya, benar. Kok kamu kenal dia??”
“nggak kenal banget siih, tapi pernah denger aja.”
“sekarang jujur aja sama aku deh,sebenarnya ada apa yang membuatmu sedih, sya?”
“aku ,,, aku habis putus sama Imin,Zal? Sapanya padaku. Dia cowok brengsek yang pernah ku kenal. Dia selingkuh sama cewek lain. Tadi aku memergokinya sepulang sekolah waktu aku datang ke rumahnya.”
Air mata Meisya kembali mengalir, oh air mata yang indah kini menjadi basah. Ku beranikan diri untuk menghapus air matanya.Andai saja kamu menjadi kekasihku, tak akan ku biarkan tangis membasahi wajahmu, akan ku jaga pesonamu, Meisya.
“Sya, tataplah aku, tataplah bola mataku memintamu untuk selalu menjadi pesona dalam pandanganku.jiwamu telah menawarkan pesona di hatiku, hingga lidahku tak bisa menggambarkan keanggunanmu. Sya ... pertama kali kita mendaftarkan diri menjadi anggota karate bersama, aku mulai menyukaimu. Tapi aku tak berani tuk mengungkapkan perasasan di hadapanmu. Saat itu aku melihat Rendy yang ada di sampingmu, aku langsung mengira dia adalah cowokmu..”. Di saat itulah aku langsung menembaknya, dan ternyata dia menerima untuk menjadi cowok setianya. “ ya sudah kita pulang yuk, besok kan masih bisa ketemu lagi.” Meisya hanya tersenyum mendengar ajakanku untuk pulang.
“ assalamu’alaikum, kak Faizal...”
“eh putri, ..! wa’alaikum salam...!
Meisya dan Putri saling menatap. Tampaknya ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. Aku tak tahu apa itu.
“ baiklah, kalau begitu. Kamu pulang saja sama Putri. Kita pisah sampai gerbang sini aja ya, Zal? Ya sudah aku pulang dulu ya..!”.
Langkah Meisya meninggalkan kami. Sepertinya ada yang di sembunyikan mereka berdua dari aku.
“kita pulang yuk, Put...!” seketika itu aku langsung meninggalkan sekolahan.
***
Kini aku duduk di bangku kelas dua SMA. kegiatan belajarpun sudah berlangsung selama 3 bulan dan sudah 1 tahun lebih aku lewati hari-hari indah bersama Meisya. Tetapi semenjak aku jadian sama Meisha, si Putri tidak pernah menyapaku, tidak ada sedikit senyuman, tiada canda tawa di waktu pulang sekolah bersama. Apakah aku salah berpacaran dengan Meisha, sehingga Putri tidak pernah menghiraukan aku sama sekali. Ah.. mungkin itu hanya perasaanku saja.
“kenapa Sya...! tampaknya kamu gag begitu tenang hari ini. Ada apa?”
“iya, Zal. Aku tak mau mengatakan hal ini, sebenarnya, aku tak bisa Zal, aku begitu mencintaimu...”
“Sya, lihatlah aku, tatap bola mataku, sekarang tenangkan dirimu, OKE. Sekarang katakan apa yang harus kamu katakan padaku.!”
“Ham, maafkan aku. Mungkin ini yang terbaik untuk kehidupanmu. Aku... aku tak mau melihatmu lagi,Ham. Inginku,kita putus sekarang juga. Itu yang ingin ku katakan padamu, Ham.”
“tapi... tapi aku sangat menyayangimu sya, kamu juga menyayangiku kan, sya? Kamu hanya bergurau kan, Sya.”
“tidak Ham, aku serius dengan ucapanku. Aku ingin putus saat ini juga...!”
“aku tak sanggup menerima kenyataan ini, Sya! Aku tak bisa hidup tanpamu...!
***
“kenapa kak Meisya tiba-tiba memutuskan kak Ilham waktu itu.?” Tanya Putri kepadaku.
“aku tak tahu, ia tiba-tiba seperti itu, Put. Baiklah ku lanjutkan lagi ceritaku.”
Sore harinya setelah kejadian itu,aku mengurung di dalam kamar sendirian. Ibu mencoba membujukku untukku keluar dari kamar dan makan bareng bersamanya.
“Faizal ..., ayo makan dulu, seorang jagoan tak akan pernah lemah begitu, jagoan akan selalu siap menghadapi segala yang menimpanya. Ayo nak, makan dulu bareng ibu.”
Ku usap air mata ini, meski berat bagiku menerima seperti ini, aku berusaha untuk tetap tegar, ibu begitu menyayangiku.
“ nak, segalanya tak ada yang kekal abadi, kecuali Allah semata. Segalanya telah di atur oleh-NYA. Yakinlah , Nak, bahwa yang terjadi pada diri kita adalah langkah untuk memperoleh sesuatu yang jauh lebih baik di esok hari.”
“ iya, bu. Aku mengerti. Aku akan selalu menuruti nasehat Ibu.”
“percayalah, pasti kamu akan menemukan cintamu. Cinta yang selalu mengasihi dan engkau cintai. Cinta sejatimu pasti akan engkau raih, nak...! percayalah pada Ibu...”
Ibu selalu menguatkan hatiku. Beliau adalah segala benteng untuk berteduh dari kelamahanku, ibu begitu sayang padaku dan ingin selalu melihatku ceria.
***
Hari ini adalah hari senin. Tepak pukul tujuh pagi upacara di sekolahanku di mulai. Aku berbaris di deretan belakang. Kulihat Meisya ada di barisan depan,sedangakan Putri masih istiqamah di barisan tengah. Imin bersama kedua kawannya selalu berbaris di belkang.
Kini, kehadiranku di taman sekolahan,yang dulunya berdua-duaan bersama Meisya, sekarang hanya menyisakan kesediahn belaka. Aku masih duduk sendirian seusai sekolah tanpa cnda tawa ,senyum merekah, dan wajah ayu sang kekasihku.
Tiba-tiba, ada yang mencekal kedua tanganku dari arah belakang. Rupanya itu dekapan kuat andre dan rama. Imin berjalan mendekatiku dengan membawa bungkusan yang aku kira itu obat-obatan terlarang. Dan seketika itu dia memaksaku untuk membuka mulutku, ternyata dia mau memasukkan barang haram itu kedalam mulutku. Sungguh tak ku sangka imin membenciku sampai menceletukkan obat-obatan terlarang itu ke dalam mulutku.aku pun memberanikan diri untuk melawan mereka bertiga, tapi kekuatanku tak sebanding dengan kekuatan mereka bertiga. Aku lemas tak berdaya hingga akhirnya mereka bertiga berhasil memasukkan obat-obatan haram itu ke dalam mulutku.
Dengan sisa-sisa tenagaku, aku berusaha untuk bangkit. Namun aku tak sanggup. Tak lama kemudian beberapa orang yang mengenakan seragam berparas layaknya polisi menyeretku ke dalam sebuah mobil. Entah kemana mobil itu melaju. Mobil itu melaju membawaku.
***
Aku terkurung di dalam sel. Pandanganku mulai jelas. Aku pun mulai sadarkan diri. Di depanku ada dua orang penjaga sel yang sedang mengobrol di hadapanku. Di dalam sana aku hidup tak berdaya. Dosa apakah yang selama ini aku lakukan hingga tuhan menghukum aku dengan cara ini.
Suatu hari setelah Imin dan kawan-kawan mencekoki obat-obatan terlarang , sekolah gempar. Berita tentang tertangkapnya aku sebagai pemakai obat-obtan terlarang begitu cepat, entah siapa yang menyebarkannya.
Mengetahui kabar itu, Putri segera menjengukku bersama ayahnya. Hanya sekitar lima belas menit saja aku di beri kesempatan untuk bisa ngobrol dengan siapapun yang menjengukku.
“kak, aku tahu, kakak pasti tidak melakukannya, pasti ada orang yang sengaja mencelakai kak Faizal. Aku berjanji akan berusaha keras untuk mengeluarkan kaka dari sini. Aku merasa salah kak. Putri terlalu lama mendiamkan diri hingga kakak menjadi begini, sampai kak Faizal putus dengan kak Meisya. Semua ini salah aku kak, tolonglah terima maaf Putri ini...” ujar Putri terhadapku.
“nggak put, kamu nggak salah kok. Kakak yang kurang waspada terhadap lingkungan saja.kakak kurang jaga diri. Bagaimana keadaan ibu di rumah?”
“kak, setelah mendengar kabar penangkapan kakak, siang itu aku langsung memberi tahukan itu kepada ibu. Tapi ibu...”
“kenapa dengan ibu..? kenapa put..??
“ibu.. ibu tak kuasa mendengar kabar buruk yang menimpa kakak. Ibu meninggal kak..”
Derai air mataku pun langsung membasahi wajahku, aku tak kuasa mendengar berita kematian ibu. Aku tak kuasa mendengar orang yang ku sayangi meninggalkan aku. Kenapa tuhan memberikan cobaan yang amat berat bagiku, kenapa bukan aku saja yang di ambil oleh-NYA. Mungkin di balik semua kejadian yang ku alami pasti tersimpan hikmah yang begitu mendalam bagiku.
Cahaya pasti menerangi alam, kebenaran pasti akan datang. Seperti dalam sejarah sains ketika kaum agamwan Eropa mempertahankan keyakinannya tentang paham geosentris yang menyatakan bumi adalah pusat tata surya kita. Keyakinan keliru yang kejam membakar ilmuan Italia bernama Geordano Bruno pada tahun 1600-an. Tragedi itu terjadi lantaran sang ilmuan mendukung paham heliosentris yang meyakini bahwa mataharilah pusat tata surya kita, sedangkan bumi mengitari matahari. Akan tetapi, kebenaran pasti akan datang, hingga runtuhlah geosentris. Tuhanlah yang menentukan siapa yang benar dan itulah bagian dari mekanika alampun bagian dari ketetapan yang di atur oleh Sang Pencipta langit. Itulah mekanika langit.
Dua hari kemudian, aku mendapati kabar baik untukku.imin dan kawan-kawan terjebak oleh perangkap pihak polisi yangtelah menyamar sebagai preman, dan obat-obatan terlarang itu di berikan kepada komplotan preman itu. Ternyata benar imin dan kawan-kawan pengedar narkoba.
Sampai di sini dulu ya penggalan critanya, cz episode ke duanya masih dalam tahap pembenahan... tunggu saja di episode selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar